UPGRIS Pelajari Tata Kelola Pendidikan dan Sistem Penjaminan Mutu melalui Benchmarking ke National Academy of Educational Management (NAEM) Vietnam

Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas tata kelola perguruan tinggi melalui kegiatan benchmarking ke National Academy of Educational Management (NAEM), Hanoi, Vietnam. Kegiatan ini merupakan bagian dari program internasionalisasi UPGRIS yang bertujuan untuk mempelajari praktik terbaik dalam pengelolaan pendidikan tinggi, kepemimpinan pendidikan, serta sistem penjaminan mutu nasional yang diterapkan di Vietnam.

Delegasi UPGRIS diterima secara resmi oleh jajaran pimpinan NAEM dalam suasana penuh keakraban dan semangat kolaborasi. Kunjungan diawali dengan pemaparan mengenai profil lembaga, peran strategis NAEM dalam mendukung Ministry of Education and Training (MOET) Vietnam, serta berbagai kebijakan yang diterapkan dalam pengembangan sistem pendidikan tinggi nasional.

Dalam sesi diskusi, delegasi UPGRIS memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai tata kelola pendidikan tinggi di Vietnam yang menekankan prinsip otonomi perguruan tinggi, akuntabilitas, transparansi, dan peningkatan mutu berkelanjutan (Continuous Quality Improvement/CQI). Model tata kelola tersebut memungkinkan setiap perguruan tinggi memiliki keleluasaan dalam mengembangkan institusinya, namun tetap berada dalam pengawasan dan evaluasi pemerintah melalui sistem penjaminan mutu yang terintegrasi.

Salah satu topik utama benchmarking adalah implementasi Sistem Penjaminan Mutu Nasional Vietnam. NAEM menjelaskan bahwa seluruh perguruan tinggi diwajibkan menerapkan Internal Quality Assurance (IQA) sebagai mekanisme penjaminan mutu internal yang mencakup evaluasi pembelajaran, audit akademik, monitoring kinerja dosen, evaluasi kurikulum, pengukuran kepuasan pemangku kepentingan, hingga perbaikan mutu secara berkelanjutan. Selain itu, setiap perguruan tinggi juga mengikuti External Quality Assurance (EQA) melalui proses akreditasi eksternal yang dilaksanakan secara berkala untuk memastikan kesesuaian dengan standar nasional.

Delegasi UPGRIS juga mempelajari bagaimana Vietnam membangun budaya mutu (quality culture) di lingkungan perguruan tinggi. Penjaminan mutu tidak hanya dipandang sebagai proses administratif untuk memenuhi persyaratan akreditasi, tetapi telah menjadi budaya organisasi yang melibatkan seluruh sivitas akademika. Pendekatan tersebut mendorong setiap unit kerja untuk senantiasa melakukan evaluasi, inovasi, dan peningkatan kualitas secara berkesinambungan.

Selain aspek penjaminan mutu, benchmarking juga membahas pengembangan kepemimpinan pendidikan. NAEM secara rutin menyelenggarakan berbagai program pelatihan bagi pimpinan perguruan tinggi, dekan, kepala program studi, serta pengelola pendidikan dalam bidang kepemimpinan strategis, tata kelola perguruan tinggi, manajemen risiko, transformasi digital, dan manajemen penjaminan mutu. Program-program tersebut bertujuan menghasilkan pemimpin pendidikan yang mampu menjawab tantangan global dan mendorong daya saing institusi.

Aspek lain yang menjadi perhatian adalah transformasi digital dalam pengelolaan pendidikan tinggi. NAEM memperkenalkan berbagai sistem informasi yang digunakan untuk mendukung pengelolaan akademik, monitoring indikator kinerja, audit mutu, pengelolaan penelitian, hingga penyusunan laporan berbasis data. Pemanfaatan teknologi digital memungkinkan proses pengambilan keputusan dilakukan secara cepat, akurat, dan berbasis bukti (evidence-based decision making).

Melalui kegiatan benchmarking ini, UPGRIS memperoleh berbagai wawasan strategis yang akan menjadi referensi dalam penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), pengembangan Dashboard Penjaminan Mutu, peningkatan tata kelola universitas berbasis data, serta penguatan budaya mutu di seluruh unit kerja. Pengalaman yang diperoleh dari NAEM juga akan mendukung pengembangan kepemimpinan institusi, transformasi digital, serta peningkatan efektivitas sistem evaluasi dan monitoring kinerja universitas.

Kegiatan ini sekaligus membuka peluang kerja sama antara UPGRIS dan National Academy of Educational Management dalam bidang pendidikan, penelitian, pelatihan kepemimpinan, pengembangan sistem penjaminan mutu, serta penguatan kapasitas kelembagaan. Kedua institusi berharap hubungan akademik yang terjalin dapat berkembang menjadi kolaborasi berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia maupun Vietnam.

Melalui benchmarking internasional ini, Universitas PGRI Semarang kembali menegaskan komitmennya untuk terus belajar dari praktik-praktik terbaik di tingkat global sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang unggul, sistem penjaminan mutu yang berkelanjutan, serta universitas yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Laporan Benchmarking NAEM Vietnam

https://lpm.upgris.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/LAPORAN-KEGIATAN-BENCHMARKING-NAEM-1.pdf” width=”300″ height=”150″ aria-label=”Benchmarking”>